4 Keeper Pelapis yang Patut Bermain Reguler

4 Keeper Pelapis yang Patut Bermain Reguler

Posted on

Keeper adalah satu bagian krusial dari skuat football. Tugas inti mereka ialah mencegah gawang-nya ditembus bomber lawan.

Bertindak sebagai keeper pelapis tentunya saja tidaklah jabatan yang simpel. Mereka hampir enggak menerima kans tampil kecuali keeper inti mereka cedera atau mendapatkan skorsing.

Saat ini ada sejumlah keeper pelapis yang mempunyai kemampuan dahsyat. Talenta mereka enggak kalah dengan keeper utama bila diberi kans bermain yang lebih tak sedikit.

Berikut ini empat keeper pelapis yang patut bertindak sebagai kiper inti sebagaimana ditulis berita Liga Spanyol dan Sportskeeda.

Sergio Romero – Kiper inti team sepakbola negara Argentina itu sekadar menjadi keeper pelapis di level kesebelasan. Sergio Romero masa ini ialah pelapis David De Gea di MU.

Romero ialah wajah yang sedikit penting buat La Albiceleste tapi dirinya belum dapat banyak kans di Old Trafford. Romero bakalan memperoleh keuntungan terbesar dengan hengkang dari United lantaran dia nyaris enggak mungkin menggantikan De Gea jadi keeper nomor satu MU.

Tetapi menurut kabar yang kami baca dari berita bola, United tetap ingin menahan Romero. Lantaran, punya 2 keeper tingkat dunia dari dalam skuat sekadar bakalan memperbagus kompetisi bakal tempat inti di bawah mistar. Kalau salah satunya enggak ambil bagian, kesebelasan enggak harus bingung mengincar penggantinya.

Kevin Trapp – Gianluigi Buffon gabung bersama pemenang Prancis PSG pada kompetisi musim panas. Hal itu mengartikan bahwa Kevin Trapp bertindak sebagai keeper ke-3 mereka pada kompetisi musim ini.

Pemain menginjak umur 28 tahun itu menorehkan 48 catatan enggak kemasukan gol dalam 91 partai untuk kesebelasan Paris. Ia pun mempunyai rekor tidak dibobol kala berhadapan dengan klub kayak Bordeaux, Lille, kemudian Guingamp di Ligue 1 selama ini.

Trapp mesti bertarung dengan Manuel Neuer lalu Marc-Andre ter Stegen di team sepakbola negara Jerman. Penulis prediksi bola malam ini berpendapat, kalau enggak tampil reguler di kelas klub, kansnya untuk dapat panggilan di level internasional bakalan tertutup.

Sven Ulreich – Sven Ulreich bakalan senantiasa susah mendapatkan kans tampil reguler selepas merapat menuju Bayern Munchen pada 2015 lewat VfB Stuttgart. Lantaran, dia enggak mungkin menggantikan Manuel Neuer di bawah mistar.

Superstar Jerman itu bertindak sebagai starter 176 kali buat Stuttgart lalu menjadi kepingan krusial dari mereka. Tetapi, dirinya selalu menghabiskan sejumlah waktunya di kursi pemain cadangan sehabis beralih ke Allianz Arena.

Musim sebelumnya Ulreich dapat kesempatan bertanding setelah Neuer didera cedera banyak. Walaupun mencetak beberapa kekeliruan, Ulreich dapat memperlihatkan bila dia patut tampil di kesebelasan papan atas.

Mattia Perin – Mattia Perin baru-baru ini merapat menuju Juventus dari Genoa saat jendela transfer musim panas ini dengan tarif 12 juta euro. Tetapi banyak yang mengatakan kepada livescore bola dirinya hanya bakalan dijadikan sebagai pelapis Wojciech Szczesny di Turin.

Perin mampu membuktikan skillnya selama tahun-tahun terakhir juga menjadi musuh Gianluigi Buffon di team sepakbola negara Italia. Dirinya sudah mencetak sedikit lebih dari 150 pertandingan bakal Genoa tapi saat ini enggak akan dapat banyak kans di Juventus.

Massimiliano Allegri bakalan merotasi dua keepernya sepanjang kompetisi musim ini. Pesepakbola berusia 25 tahun tersebut tentu saja patut menjadi keeper inti di tempat lainnya.

3 Pemain MU yang Kecewakan Jose Mourinho Waktu Dipermalukan Tottenham

Manchester United mengalami kekalahan waktu menghadapi Tottenham dalam partai pekan ke-3 Liga Premier Inggris, Selasa (28/8) dini hari. MU dipermalukan dengan kedudukan telak 0-3 oleh skuat tamu di Old Trafford.

Sempat memberikan tekanan kepada Spurs pada babak ke 1, The Red Devils malahan keok pada putaran kedua. 1 gol lewat Harry Kane kemudian 2 gol Lucas Moura menandaskan United mengalami kekalahan ke-2 di kompetisi musim ini.

Result mengecewakan tersebut bisa dipastikan tidak hilang dari kinerja sebagian besar penggawa Setan Merah. Dilaporkan berita bola ada bintang yang bertanding jelek yang berakibat United terpaksa menanggung malu di muka penggemarnya sendiri.

Berikut ini tiga pesepakbola yang tidak terlalu meyakinkan Jose Mourinho waktu menghadapi Tottenham sebagaimana ditulis Sportskeeda seperti yang kami sadur dari livescore bola online.

Chris Smalling – United ambil keputusan menggunakan skema tiga defender ketika menghadapi Tottenham. Keputusan ini memang begitu mengagetkan.

Chris Smalling tampil jadi defender tengah kemudian diapit oleh Phil Jones lalu Ander Herrera. Dalam hal tersebut, Smalling sewajarnya menjadi leader di barisan pertahanan.

Tetapi, Smalling enggak mampu menjalani perannya. Enggak ada yang menempel ketat Harry Kane waktu gol pertama-tama lalu Smalling wajib bertanggung jawab lantaran dia ialah pesepakbola senior di lini bertahan.

Begitu jua dengan skor ke-2 Spurs. Dia kepingin mengerjakan perangkap offside pada Christian Eriksen dan lalu berada di luar areanya kala bola dikirim menuju ke zona penalti.

Ander Herrera – Tampaknya memang enggak adil menyalahkan kinerja Herrera. Lantaran menurut pengamat dari blog prediksi pertandingan bola mengatakan dirinya memang harus bertanding di pos yang baru.

Herrera sepanjang ini dikenal jadi gelandang central dalam sejauh karirnya. Tetapi, Mourinho memainkannya jadi defender tengah kala berhadapan dengan Tottenham.

Herrera terlihat susah dengan tugas barunya ini. Dia enggak mampu mengantisipasi skor ke-2 Spurs yang dilesakkan oleh Lucas Moura.

Sehabis gol ini, Herrera diganti oleh Alexis Sanchez. Keputusan Mourinho memberlakukan Herrera jadi bek sentral mengakibatkan begitu fatal.

Paul Pogba – Masih dari laporan website livescore pertandingan Prancis terupdate yang sama, Paul Pogba tampaknya selalu menjadi problema untuk Mourinho di Manchester United. Juru tak-tik Portugal tersebut masih enggak menemukan pos serta skema yang bagus untuk mempertontonkan kualitas paling baiknya.

Pada putaran pertama menjamu Tottenham, Pogba melakukan tugas yang keren. Dia mendorong skuatnya menuju ke depan, dan kerja sama dengan perfect dengan beberapa pemain seperti Romelu Lukaku lalu Jesse Lingard.

Namun, hal ini tidak tampak di putaran ke-2. Pogba tampaknya menghilang lalu tidak melayangkan imbas yang besar dalam pertarungan.

Pogba sewajarnya mampu diandalkan dalam keadaan penuh tekanan sebagaimana ini. Hilang dalam partai besar bisa dipastikan tidak mampu diterima buat superstar dengan kualitas sebesar Pogba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.